Laman

Rabu, 06 Desember 2017

C O C O

Barangkali banyak yang under estimate saat pertama kali poster Coco terpajang di dinding pelataran teater. Apalagi Coco bukan seperti universe besar layaknya Marvell comic, ataupun trilogy tahunan seperti Star Wars.

Coco hadir sebagai film akhir tahun biasa saja (mungkin) setidaknya bagi saya. Bukan film yg ditunggu berbulan-bulan sebelumnya seperti Infinity Wars, ataupun ditunggu selama dua tahun seperti The Last Jedi.

Dengan tidak adanya ekspektasi, tanpa sadar sore itu 70 ribu rupiah yang kami keluarkan untuk biaya tiket bioskop mungkin menjadi the best rupiah has been spent since i watched a movie at the cinemas. The best value i ever get from Rp. 70.000. This is a long lifes investment.

Mungkin setelah nonton Coco nanti, hasil akhir kita akan berbeda, bisa jadi "ah biasa aja" atau "bagus sih, tapi gak sebagus yg dikira"

Tapi saya percaya value yg didapat akan sama. Sentimen keluarga besar sebagai premis yang diangkat di coco saya rasa akan tetap relate dengan bagaimanapun kondisi dan latar belakang keluarga.

Bagaimana pun hangat, renggang, retak, harmonis kondisi keluarga, bagi saya Coco akan tetap mampu setidaknya menyentil semua hati.

I swear to watch this movie like every year as a tradition with my own future kids.

"Dad please go home, today is Cuddling and Coco day!"

I'm on my way kiddos!

GAP



Senin, 03 April 2017

Menikah?

Sebelum memulai membaca, saya murni menulis ini karena keresahan hati yang berlatar belakang observasi dan pengalaman hidup sendiri. Jika ada opini saya yang bertentangan, silahkan lawan dan bantah pendapat saya, anda pun berhak untuk tidak setuju. Namun saya ingin menggaris bawahi, bahwa apabila hal itu terjadi (silang pendapat) bencilah atau musuhi lah argumennya, bukan orangnya. Agar kita selalu tetap dalam lindungan juga lingkaran silaturahmi yang baik dan erat. Aamiin.

Okay.. Here it goes..

Sebenarnya keresahan ini sudah lama berada dalam benak saya. Tapi belakangan saya seperti semakin banyak mendengar dan mendapati pertanyaan 'kapan nikah?'

Kesal? Tidak.

Karena saya pun berangkat dari orang tua yang menikah muda. Mama dan Ayah saya menikah saat mereka berumur 24 tahun, bahkan saat itu ayah saya belum genap berusia 24 tahun.

Tak perlu saya tanyakan, sudah jelas sepertinya ayah berani menikahi mama karena sudah resmi menjadi anggota Polri.

Masa depan jelas. Jelas digaji sampai pensiun. Mantap djiwa.

Jadi tak ada latar belakang saya yang anti menikah muda. Justru saya pun sempat berfikir ingin menikah muda, Just like my parents.

Hari berganti, sepertinya angin berhembus ke arah lain. Pemikiran berkembang ke tujuan yang berbeda. Memasuki usia 24 tahun, keinginan untuk saya menikah muda semakin pudar, melemah.

Faktornya ada banyak. Lebih dari cukup untuk membuat hati meragu.

Salah satunya disini yang akan saya bahas adalah tentang 'menikah itu tak akan selalu bahagia.'

Ya memang, dinamika ya seperti itu.
But, let me explain..

Saya melihat, mengamati, merasakan. Dari mulai dalam keluarga inti, keluarga besar, orang yang saya kenal akrab, sampai yang saya hanya tau begitu saja. Saya perhatikan semuanya dan belajar bahwa memang roda kehidupan tak akan selalu di atas dan berpihak kepada kita, menikah itu tak akan selamanya bahagia.

Masalahnya adalah, semua orang sadar ini, tapi menutup mata. Seolah-olah optimis, tapi tak ada persiapan menghadapi situasi terburuk.

Tau, tapi pura-pura bodoh.

Saya melihat yang gagal, hancur, dikhianati, ditinggalkan, meninggalkan.

Saya bandingkan perbedaannya dengan yang masih bertahan dan romantis selama 25 tahun yaitu ayah dan mama saya.

Perbedaan itu semua adalah 'kesiapan'

Mereka yang gagal, bukan karena mereka tidak berjuang, tapi mereka memulai disaat belum siap, dan mereka terlalu muluk mengharapkan pernikahan yang indah seperti dongeng dalam serial televisi dan budaya pop remaja.

Harapan tidak sesuai ekspetasi = FAIL.

Bagi saya, menikah adalah sebuah lomba jogging berpasangan yang finishnya adalah ajal. Anda harus selalu berdua, apapun situasi dan kondisinya. Jika salah satu meninggalkan atau tertinggal, maka anda kalah. Permainan selesai.

Maka dari itu adalah lomba yang waktunya sangatlah panjang, anda tak bisa sembarangan memutuskan ikut dalam lomba yang sangat panjang ini tanpa persiapan yang mencukupi. Garis bawahi ini, persiapan yang mencukupi.

Anda tak harus mahir dan berpengalaman. Anda hanya harus siap mental dan fisik. Mau menyatukan visi, misi, dan ego masing-masing.

Karena kalau tidak dipersiapkan, it will be a loooong looong way of difficult journey beybe, and it will punished you when u r not ready, sooner or later.

Terlepas darimanapun, siapapun dan bagaimanapun cara anda mendapatkan jodoh. Bagi saya itu tidak berpengaruh sama sekali jika anda tidak siap.

Memang sunahnya disegerakan. Tapi bukan berarti terburu-buru toh?

Disegerakan kan berarti segeralah jika syarat-syaratnya telah siap.

Hidup kita telah diatur oleh pencipta. Tak mungkin hal sesakral pernikahan tidak diatur waktu kapan dimulainya.

Memutuskan untuk menikah hanya berdasar pada umur dan kesanggupan memenuhi tuntutan jumlah mas kawin? ini adalah lelucon.

Sebab menikah bagi saya hanya akan satu kali. Seumur hidup. Mengabdi dan setia menemani pada satu hati yang sama. Menangis dan bergembira. Terluka dan tertawa. Dibagi berdua.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya sering saya dengar 'menikah menghindari zina'

Oh my god.. Really? This is a jokes? It must be a jokes.

Kalau anda ingin menghindari zina, ya jangan berzina. Kok malah nikah? Jadi tujuan anda nikah hanya untuk melepas nafsu bejat? Tolonglah..

Sangat disayangkan pernikahan yang pondasinya adalah 'biar gak zina'

Sehina itukah kita wahai manusia? Seolah-olah kita tunduk sekali dengan nafsu. Budak birahi.

Tentu bagi teman-teman yang telah menikah di usia muda, selamat! Kalian adalah panutan yang tak mampu saya ikuti jalannya. Saya turut mendoakan segala harapan baik kepada teman-teman yang telah lebih dulu siap & berani mengembangkan layar kapal rumah tangga.

Namun teruntuk para muslimah lajang, janganlah desak lelakimu untuk segera menikah. Daripada kamu sibuk mendesak, lebih baik berkaca. Sudah siapkah dirimu menjadi istri? Melayani, menemani, mendukung suami anda dari segala sisi?

Daripada meminta-minta cepat dinikahi, lebih baik bertanya, apakah mental saya sudah cukup kuat untuk menghadapi situasi terburuk yang akan terjadi di dalam pernikahan nanti?

Maka dari itu benahi diri sendiri dan bersiap sesegera mungkin adalah pilihan paling arif dan bijaksana.

Tak perlu posting-posting perihal lelaki yang baik adalah yang menghalali, bukan mempacari dan bla bla bla. Karena sebanyak apapun kamu posting, tetap saja jodoh itu cerminan diri, anda akan dapati seseorang seperti anda.

Jika sudah waktunya, cepat atau lambat dia akan datang sendirinya. Tak perlu dipatok waktu, tanggal dan tahunnya.

Dan apabila anda sudah tetapkan pilihan pada seorang lelaki/perempuan, lalu menggantungkan harapan anda pada dia, percayakan saja.

Kelak dia akan datang ke rumah anda pada waktu yang anda tidak pernah sangka-sangka. Barangkali tidak dalam waktu yang cepat, karena mungkin dia butuh waktu berbenah untuk menyiapkan sebuah biduk yang akan dihuni kalian berdua, dan anak-anak lucu kalian nantinya.

Lalu apabila pada skenario terburuknya dia tidak pernah mendatangimu, ingat dua hal ini:

1. Jodoh adalah cerminan diri, kelak dia pun akan dapat jodoh seperti dia.

2. Selamat anda dijauhkan dari jodoh yg tidak baik, allah pasti akan ganti dia dengan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat. Dan plis berhenti posting di medsos anda seolah-olah perempuan itu kebelet 'kawin'. (you know what I mean)

GAP

Update: kalau saja kiranya tulisan ini terlalu maskulin dan subjektif, saya menemukan artikel lain yang ditulis oleh perempuan, dan tentunya dari sudut pandang yg lebih feminis. https://t.co/oWiLKCEye1 highly recommended article.

Selasa, 28 Maret 2017

Hidup

Pukul 2 dinihari, didepan mereka terbentang luas sebuah kota yang dinamai Pekanbaru.

Rumah dari banyak orang yang tiap tahun bertarung melawan pekatnya asap dari hasil terbakarnya hutan dan lahan saat musim kering.

Dari atas bangunan lantai 11, mereka duduk memandangi kelap-kelip lampu kota. Ditemani suara gemercik air kolam renang, dan crane bangunan yang bekerja tepat disebrang salah satu hotel mewah berbintang yang mereka tempati.

Ada yang berbeda malam ini, hening dan gelap malam sama sekali tak membuat mereka takut. Tak ada perasaan yang gundah dari dua orang pemuda yang sedang mencari jatidiri itu.

Dengan malam yang sama pekatnya, lampu kota yg sama warnanya, dingin malam yang sama menusuknya, dua orang pemuda sedang menertawai dirinya masing-masing.

Menertawai hidup yang bisa berubah dalam waktu yang tak disangka-sangka.

Menertawai duka dan luka yang masih melekat di benak masing-masing.

Bagaimana tepat setahun yang lalu, dalam rentang waktu yang sama. Dua orang pemuda berkelana jauh ke rimba liar bernama Jakarta.

Sebuah belantara beton, aspal, dan gedung bertingkat-tingkat yang mencakar langit.

Dua orang pemuda datang dari tanah jauh. Meninggalkan orang tua, saudara, teman, dan cintanya, demi mimpi tentang hidup yang cenderung abstrak.

Hidup penuh luka,
Bergerak merangkak mencari kelayakan hidup,
Bagai rakyat terbuang dari kampung halamannya.

Berharap datangnya keberhasilan yang lebih akrab dengan kefanaan. Dua orang pemuda kesana-kemari, ditolak, dibuang, diabaikan, diacuhkan. Terpinggirkan.

Bahu membahu saling tutup menutupi kekurangan demi perut terisi dan tidak kelaparan, sambil sesekali bermimpi untuk punya hidup bagai raja minyak dari saudi.

Sekarang, di roof top hotel itu, dua orang pemuda bercerita tentang apa saja yang sudah masing-masing mereka tempuh.

Kesulitan yang telah dilalui, tak sedikitpun membuat mereka berhenti untuk mengejar angannya. Meski harus berpeluh, lelah, dan sesekali istirahat, mimpi masih dengan api yang sama.

Berpisahnya dua pemuda ini pun, tak menjadi alasan mereka berhenti mencari pijakan yang kuat demi hidup di masa yang tak mereka ketahui entah umur mereka akan sampai atau tidak.

Meski masih abu-abu dan belum bisa memandang rendah waktu yang akan datang, tapi setidaknya sekarang mereka  sudah bisa menertawakan diri mereka sendiri tahun lalu, tertawa dari atas rooftop hotel berbintang, tempat yang bahkan mereka tak menduga akan duduk disana untuk bercerita seperti malam ini.

Ditemani segelas minuman soda dari restoran cepat saji, dan masih dengan menghisap merk tembakau yang sama.

Mereka telah mampu, setidaknya pada titik ini.

Tujuan masih jauh.
Berlari harus lebih kencang.

Karna mereka sadar, bahwa hidup tak akan pernah lebih mudah dari sebelumnya.

GAP.

Sabtu, 12 November 2016

Pesan untuk diri sendiri.

Terlepas dari bagaimana cara orangtua nya mendidik. Tidak sedikitpun pantas seorang anak menaikkan intonasi suara saat berbicara dengan ayah / ibunya.

Jikalau memang ayah / ibunya buruk cara mendidik. Harusnya anak yang sudah dewasa, memiliki akal sehat, dan apalagi (mengaku) ber-intelektual mampu memutus rantai keburukan tersebut. Yaitu dengan cara tidak membalas hal yang sama kepada orangtua nya.

Saya memiliki keyakinan bahwa setiap orang tua yang masih waras, selalu mampu melihat segala apa yang anaknya lakukan kepadanya. Untuk memulai ataupun memutus mata rantai yang buruk pun, mereka mampu jika melihatnya dari mata anak mereka sendiri.

Saya diajarkan banyak hal baik oleh ayah, ibu, juga agama saya. Mengacu kepada quran &  hadist pun, keduanya mewajibkan anak berbuat baik kepada ayah / ibunya.

Paling tidak, kalau tidak bisa berbuat baik kepada orang tua, berbuat baiklah kepada mereka, namun untuk anak-anak kita kelak.

Karena hidup hanyalah perihal bergantian. Perbuatan seperti apa yang hari ini kita lakukan kepada orangtua kita, kelak anak kita pun bergantian melakukan itu kepada kita.

Saya adalah alasan mengapa ayah & ibu saya sejak saya lahir sudah bekerja keras sampai hari ini. Mereka lakukan itu demi saya, anaknya.

Sekarang coba lihat lagi orang tuamu (pembaca), jika masih melakukan hal yang sama, namun hubungan denganmu masih kurang baik karena egomu yang terlalu besar dan angkuh. Coba difikirkan lagi, apakah kita layak dipanggil anak?

Gegana Agung Putra, Tualang 11 november. Ditulis di atas bus karyawan menuju Rumbai pukul 17:48, dengan kepala pusing dan sedikit mual, namun tetap menulis pesan ini, untuk diri sendiri.

Selasa, 31 Mei 2016

Kita tak butuh Ambisi.

Saya punya banyak ambisi dalam hidup. Ketika menginjak usia 16 tahun, saya sudah diberkahi kesempatan untuk bergabung ke dalam tim beladiri Kempo kota saya sebagai wakil di ajang yg sangat bergengsi menurut Ega umur 16th, Porda.

Namun saya bukan termasuk orang yang selalu mendapatkan apa yg diinginkan. Malah cendrung selalu gagal jika sangat berambisi. Mulai dari prestasi lomba yang tak pernah juara, sampai gadis idaman ketika remaja yang tak pernah bisa dijadikan pendamping.

Itu adalah dua contoh dari sekian banyak ambisi Ega remaja yang telah patah dan sudah terkubur waktu.

Tak ada yg salah dengan Ambisi tentunya. 99% orang melihat kata tersebut sebagai kata yg memiliki makna positif.

But let me tell you..

Di dunia ini ada (setidaknya) dua tipe orang: Pertama, selalu dapat apa yg diinginkan--terlepas dari dengan usaha keras atau tidak. Kedua adalah kebalikannya, meski dengan usaha sekeras meteor-pun, mereka selalu gagal mendapatkan apa yg diinginkan.

Orang bilang "Hasil tak akan pernah mengkhianati usaha" "Tuhan sudah mengatur takdir" "kalau ibadahmu lalai, bagaimana tuhan dengar doamu?"

Semuanya (bisa jadi) benar. Tapi satu hal pasti yang saya percaya: "sekeras apapun kita mencoba, if isn't meant to be, it won't be."

Lalu mari coba klasifikasikan dirimu masuk kedalam bagian mana, jika kamu tipe orang kedua, you are totally not alone. "Menemukan" adalah hal yg paling krusial dalam hidup kita. Iya kita, saya pun termasuk tipe yg kedua. Kita hanya perlu menemukan "tempat, ekosistem, zona, alam" yang tepat untuk kita. Selanjutnya kita akan jadi sama dengan tipe orang pertama.

Dan untuk tipe orang yg pertama..

Saya memiliki beberapa teman dekat yang sangat ambisius, sebab mereka dengan ambisiusnya, selalu dapat apa yg mereka inginkan. Mari kita lihat makna dan perbedaan dari ambisi dan ambisius menurut KBBI.

am·bi·si (n) keinginan (hasrat, nafsu) yg besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (spt pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu.

am·bi·si·us (a) berkeinginan keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita); penuh ambisi.

Sebelumnya saya ingin mengingatkan bahwa tulisan ini bukan bermaksud meredupkan, mematahkan, atau apapun itu yg bersifat serupa terhadap ambisi pembaca.

Tapi kembali lagi ke KBBI. Ambisi merupakan nafsu, semua manusia bisa bernafsu, kita ahlinya.

Lalu apa yang spesial dari sebuah nafsu? Bukankah semua agama melarang umatnya untuk mengikuti nafsu?

Menurut saya ambisi merupakan api untuk memasak sebuah mimpi. Terlalu besar apinya, hangus masakanmu. Terlalu kecil apinya, tak akan jadi makananmu.

Saya hanya tak ingin teman dan orang-orang terdekat saya kehilangan makanannya ketika sadar ambisinya terlalu besar dan mimpinya terlalu jauh untuk digapai.

Bukankah kita harus saling mengingatkan sesama manusia? Saya hanya ingin mengecilkan api kompor, agar masakan tidak gosong dan kemungkinan terburuk ikut membakar rumah.

Saya hanya tak ingin sahabat, teman terdekat saya mengalami apa yang saya pernah alami sebelumnya, kehilangan mimpi ketika usia masih sangat muda.

Kini Ega sudah 23th, mungkin belum sepenuhnya dewasa, tapi inilah yang saya bisa bagi kepada teman-teman yang memiliki mimpi besar, jangan biarkan api ambisimu menjadi nafsu yang hanya akan jadi debu nanti.

Perlu perhitungan yang matang, kesabaran, persiapan, demi sebuah makanan yang lezat untuk dinikmati nantinya.

Saya percaya orang-orang ambisius dalam hal-hal baik tak pernah salah di mata dunia. Dan saya pun percaya niat mereka baik.

Hanya saja saya ingin kalian yang memiliki ambisi besar untuk sadar, bahwa tak semua orang ber-tipe sama dengan kalian. Maka ketika ambisimu terlihat ditolak oleh orang-orang terdekat, besarkan hatimu. Mereka hanya ingin kalian tetap berada pada kadar yang seharusnya, sambil mempersiapkan hal-hal penting lainnya.

Ingatlah nafsu itu lekat dengan sifat setan. Jika kalian dikuasai ambisi berlebihan, maka itu bukanlah diri kalian.

Sekarang saya punya mimpi baru, bukan mimpi yang sama lagi dengan Ega umur 16th. Dan mimpi ini akan saya tetap pegang, tak akan dibiarkan patah lagi.

Kalau punya sesuatu yang berlebih, lebihkan lah pada konsistensi, bukan ambisi.

Sebab bagi saya, menjaga ambisi dalam kadar yang tepat adalah seni untuk sebuah mimpi yang hebat.

Jumat, 16 Agustus 2013

KKN, Kuliah Kerja Nyebelin.

KKN, Kuliah Kerja Nyata.
Iya nyata. Nyatanya, menyebalkan. Nyatanya, mengeluarkan banyak biaya. Nyatanya, harus jauh sama kamu. #eaaa
Maka dari itu, KKN adalah.. Kuliah Kerja Nyebelin.
KKN, sebuah kegiatan kampus dimana para mahasiswa dikumpulkan dalam sebuah kelompok beranggotakan 7 sampai 10 orang, yang pada umumnya kami satu kelompok tidak saling mengenal satu sama lain, karena pembentukan oleh pihak kampus yang dibuat secara random. lalu dikirim ke sebuah desa selama 1 bulan lebih dan diharuskan membuat program kerja untuk desa.

DESA TEMIANG, KEC.BUKIT BATU, KAB. BENGKALIS.

25 Juni 2013
Saya sampai di desa Temiang pada pukul 15.30. setelah berangin-angin menggunakan motor kesayangan yang di belikan ayah saat kelas 1 SMK dulu. Sudah hampir 6 tahun usia motor jupiter mx berwarna hitam-silver ini, tapi alhamdulillah selamat sampai Temiang setelah melewati hampir 4 jam perjalanan.
Sesampainya di temiang, saya mendapati 2 onggok badan yang sudaah terbujur tidak bergerak di ruang depan posko – rumah kkn. Mereka tidak bukan adalah anggota satu kelompok. Ya, mereka memang sudah duluan 1 hari dari saya tiba disini. Hanya saya sendiri yang telat bergabung karena urusan lain.
Temiang Desa yang tenang, jauh dari hingar bingar suara knalpot motor, dan asap mobil, jauh juga dari rumah, dan jauh juga dari kamu (lagi) #eaa (lagi).
Mayoritas penduduk ber-agama Islam. 50% orang Melayu, dan 50% orang Jawa. Desa yang memiliki 2 mesjid dan 3 musholla ini terletak sekitar 35KM dari Sei.Pakning—pusat pemerintahan Kec. Bukit Batu.
Orang-orang di Temiang, hampir semua menggunakan bahasa Jawa dan Melayu. Orang melayu bisa berbahasa jawa, begitu pula orang Jawa, bisa berbahasa skotlandia. Maaf, maksud saya melayu. Kultur adat jawa sangat kental disini,  keramah-tamahan jelas tergambar dari wajah setiap warga yang selalu tersenyum setiap saya sapa.

27 Juni 2013
Banyak yang saya lakukan serba pertama di Temiang. Contoh: ngambil kelapa langsung pakai galah, tidur di musholla, dan..... ikut Yasinan.
Iya, Yasinan atau sering disebut Wirit Yasin adalah kegiatan yang sangat familiar. Saya pernah liat orang wirit yasin. Saya juga pernah ngatar mama pergi wirit yasin, Sayangnya hanya mengantar dan melihat.
saya termasuk orang yg tidak suka menggunakan penutup kepala, kecuali helm. maka yang terjadi di wirit yasin pertama saya adalah, ketika semua warga menggunakan Peci, termasuk teman-teman saya sendiri, di ruangan yang mayoritas diisi oleh bapak-bapak dan usia lanjut itu, hanya seorang Gegana yang tidak menggunakan peci.
Akhirnya saya tau rasanya menjadi kaum minoritas, sama seperti Pendi, satu-satunya kawan cina saya waktu sd. Syukurlah, saya hanya diliatin oleh seisi ruangan tanpa ada tindakan tidak senonoh lainnya yang terjadi kepada saya.

3 juli 2013
Sudah seminggu saya di desa orang. Sudah seminggu pula harus melangsungkan kehidupan mandi cuci kakus di wc musholla. Hidup kkn bagi orang yang tidak pernah pisah dari orang tua seperti saya tentu saja berat, namun penuh dengan pengalaman yg mungkin tidak akan terlupakan jika saya ingat. Ingat! Jika saya ingat.
Adat jawa semakin kental terasa, karena kurang-lebih seminggu lagi Ramadhan akan tiba. Ada yang menarik pada adat jawa. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi ini sangat memukau, kegiatan ini namanya adalah: KENDURI. Saya ulangi, KEN-DU-RI.
Saya sudah pernah dengar kata-kata Kenduri sejak kecil dari keluarga Ayah, karena Keluarga nenek --dari ayah juga orang jawa. Tapi saya tidak pernah ikut yang namanya Kenduri, sama sepeti yasinan.
Pada akhirnya, di Temiang pula lah saya pertama kali mengikuti Kenduri.
Kenduri hampir mirip sama Yasinan atau wirit yasin, bedanya adalah kalau Kenduri tidak ada baca Yasin, hanya doa dan puja-puji kepada allah.swt . dan perbedaan yang paling signifikan adalah jiika wirit yasin endingnya hanya disuguhi minuman dan makanan ringan, kenduri ini beda. Kenduri ini spesial. Kenduri ini menakjubkan. Bedanya adalah, Kenduri endingnya dikasih Nasi dengan lauk ayam atau daging.
Lalu bagaimana kenduri tidak spesial? Saya setiap hari makan 4T : Telur, Teri, Tempe, Tahu. Sesekali pakai kentang. Kapan lagi saya makan ayam?! Kapan lagi saya makan daging kambing dan sapi?!
Peraturan nomer 42 A, tentang KKN: “jika sedang jauh dari orang tua, maka buanglah sifat malu saat makan”
 kalo kata orang kampung saya “malu? Malang! Congok? Kanyang!” bagi yang tidak mengerti coba lihat di kamus Indonesia-Uzbekistan.
Maka setiap ada Undangan untuk Kenduri, saya dengan segenap hati dan jiwa akan menghadiri. Karena saya adalah..
Gegana Agung Putra, The Kenduri Hunter.

---

*merentangkan jari-jari* Pegel juga ya nulis. Oke lanjut..

8 Juli 2013
Tadi malam saya tidak bisa tidur tenang, karena apa? Hari ini PULANG!!! Ini namanya mudik sebelum waktunya, semacam puber tapi belom sunat karna masih kelas 2 SD. Intinya, ini belum waktu untuk pulang.
Besok sudah puasa, dan puasa pertama selalu yang saya tunggu-tunggu adalah buka dan sahur pertama, bersama keluarga.
Walaupun tidur tidak pulas, hari ini saya bisa bangun sholat subuh ditengah udara dingin desa temiang. Iya hari ini. Setelah hampir 2minggu saya disini, sholat subuh bisa dihitung mungkin hanya 3 atau 4 kali. Dingin pagi disini keterlaluan, kayak perlakuan ibu mertua terhadap menantu. Benar-benar keterlaluan.
Setelah sarapan mie instan yang saya buat sendiri, saya akhirnya pulang ke pekanbaru. Rumah, tempat segala rindu bertumpuk dan menggunung. Rindu orang tua, rindu sholat shubuh, dan rindu kamu. Kali ini tidak usah pakai #eaa
Saya pulang bersama ihsan, salah satu anggota kelompok yang sudah saya kenal lama selain Helty anak perempuan yang satu jurusan dengan saya—Ilmu Komunikasi.
Saya sampai dirumah sebelum zuhur. Senang rasanya kembali pulang kerumah mungil yang di beli orang tua saya kira-kira 13tahun yang lalu saat pertama pindah ke Pekanbaru, karena saya sebelumnya tinggal di Kuala Tungkal. Dimana Kuala tungkal? Anggap saja Kuala Tungkal adalah adiknya Kuala Lumpur.
Setelah zuhur, saya ada agenda penting, pertama: Bayar SPP. Semester 7. Akhirnya sampai juga saya di tahun terakhir kuliah, semoga tahun depan tamat tepat waktu. Amin. Saya sampai di BNI Syariah Pusat jalan Jendral Sudirman sekitar pukul 2 siang. Bank yang biasanya sepi tersebut terlihat sangat ramai. Yang pasti oran-orang ini bukan ingin menyambut kedatangan saya kembali ke pekanbaru, saya yakin, bukan.
Setelah masuk kedalam gedung bank, seperti biasa pak satpam menanyakan apa yang bisa di bantu, lalu saya jawab ingin membayar spp dan beliau memberikan sepotong kertas antrian bernomor 120.
Lalu saya tanya kepada pak satpam yang ganteng dan baik hati tersebut; “sekarang sudah nomer berapa ya pak? “
Dengan sopan ibu jari tangan kanannya menujuk ke papan angka digital di dekat Teller bank. Disana tertulis angka “60”
Modernisasi memang tidak selalu baik, akibat terlalu sering nonton film hollywood, Bibir saya yang seksi ini secara reflek mengucap “fak!” sebelum akhirnya diperbaiki oleh kalimat “astaghfirullah”
Saya memutuskan untuk menunda agenda ini, dan melanjutkan ke Agenda Utama, yaitu; “ketemu kamu”
Hidup ini hanya sekali, dan saya selalu berusaha untuk bahagia selama masih hidup. karna tidak ada seorangpun yang bisa tebak kapan dia akan mati, bukan? Sayangnya hidup juga tidak selamanya sesuai rencana. Kalao kata mbak Anggun c sasmi, ngga selamanya hidup itu mulus, semulus paha cherrybelle.
Mbak anggun belom pernah aja pegang paha saya.
Inti dari agenda kedua ini adalah, saya berencana untuk bahagia, tapi ya tidak selamanya hidup bisa sesuai rencana. 

11 juli 2013
Kembali ke Temiang—tempat KKN.
Hari ini berhasil menghindari 23 rakaat sholat teraweh. Sebenernya karena badan juga sedang sangat lelah setelah menempuh perjalanan 4 jam dari rumah ke posko, dan masih berdua ihsan.
Ada yang berubah setelah kami tinggalkan 4 hari, yaitu: WC musholla tempat segala kegiatan mandi cuci kakus kami laksanakan, sekarang sudah ada Lampu. Jadi waktu malam, kami tidak perlu bawa senter lagi untuk ke WC.
Maka berangkatlah malam itu kami ke WC. Dengan persiapan yang matang, dan strategi yang jelas, saya berdua Ihsan yang semakin tidak terpisahkan, melangkah pasti menuju WC yang sudah ada lampu neon yang terang benderang seperti kepala sutan bhatoegana.
Letak Geografis, serta medan yang kami tempuh untuk menuju WC musholla ini sebenarnya tidak terlalu rumit. Kami hanya perlu waktu sekitar kurang dari 1 menit berjalan kaki dari posko, dan saya pribadi bisa sampai hanya dengan 10 detik jika sudah ada yang mendesak untuk dikeluarkan. Hanya ada 1 Kolam besar yang menghadang di depan WC tersebut, sangat gampang untuk dilewati, jika kita melihat kolam tersebut.
masalahnya malam itu adalah, selain kami lalai karena tidak membawa senter, hape atau apapun alat penerang karena berfikir lampu yang terang sudah available disana, listrik mati. Semua gelap. Tidak ada cahaya satupun, langitpun gelap tertutup awan.
Saya diam.. hanya ada suara ihsan yang berbicara spontan setelah listrik mati; “ega.. aku pegan tangan kau ya” dia ketakutan.
lalu saya terdiam selama 5 detik setelah permintaan ihsan tadi. Fikiran saya kemana-mana, “apa mungkin ini sisi asli dari ihsan?!”
Sebenernya saya terlahir alhamdulillah tidak penakut. Begitupun saat mati listrik barusan. Tapi setelah ihsan secara reflek berbicara demikian, saya sadar yang menakutkan itu bukan gelap. Tapi ihsan itu sendiri.
setelah terdiam selama 5 detik tadi, karena saya orangnya setia kawan, saya pun meng-iya-kan permintaan ihsan. Menyebalkan.
Sesampai dirumah, saya langsung tayamum. Membersihkan tangan saya tadi yang di pegang oleh ihsan. Dia pun berdalih “aku takut masuk kolam aja tadi, ga”
semoga memang demikian.

14 juli 2013
Siang ini ngantuknya luar biasa, karena kemaren saya sibuk nge-bolang dari Temiang sampe Kota Bengkalis nyebrang lautan pakai kapal RoRo.
Kemaren sabtu 13 juli adalah pertama kalinya saya ke Kota Bengkalis yg berada di Pulau Bengkalis. Kebetulan bg romi—ketua perkumpulan sekte gembira ria di pekanbaru, sedang di Bengkalis. Karena memang orang tuanya dinas dan tinggal disini. Maka dari itu, saya bulatkan tekat, saya pergi ke bengkalis, sendiri.
Saya orangnya memang suka jalan-jalan, travelling, menjelajah tempat baru. Berpetualang, mendaki gunung, lewati lembah. Kadang ada gang deket rumah, saya baru liat, saya masuk. Saya telusuri, kalo buntu, ya balik lagi.  Bolang abis kan?!
Sampai di bengkalis saya sunggguh bahagia, setidaknya saya tidur di kasur lagi, pake ac lagi, pake selimut lagi, norak? Memang. Karena di temiang saya tidur hanya di lantai yang dilapis kasur roti. Tipis. Keras.
Siang ini cewe ribut tidak seperti hari yang lain, hari ini ributnya lebih spesial, karena yang mereka ributin adalah “duit makan”
Apapun tentang makanan, bagi saya yang sedang ratusan kilometer dari rumah ini merupakan hal yang sangat penting. Banget. Dan saya harus tau akar permasalahan, dan ikut mencari titik terang dari permasalahn mereka tersebut, agar tidak berkelanjutan. Ehem.
Puasa hari ini seperti biasa, lapar tidak pernah terlalu menjadi masalah. Yang bermasalah adalah.. yap! Hari ini 14 Juli, Arsenal datang Ke Indonesia, dan nanti malam tanding lawan Timnas RCTI—indonesia, DAN DISINI GA ADA TIPI!
Kalo inget ini, haus yang selalu maintrouble saat puasa, gak akan terasa lagi. Hati dongkol bawaannya. Lalu mampukah saya merelakan—sudahlah gak nonton di GBK, nonton di Tvpun  gak bisa?. That’s what people called “Kampret”
Ah sudahlah, ini pasti konspirasi Sayudi.
Kembali ke siang yang panas ini, saya berbaring membaca buku yang dipinjam dari rumah bg romi kemaren. Ngantuk semakin menjadi. Disebelah saya ada Fadlin, orang bugis yang dari-saya-pulang-dari-bengkalis-tadi-jam-11-siang. Sampe sekarang udah mau ashar, dia masih tidur.
Saya curiga, dia ini adalah burung hantu versi mahasiswa teknik, selain karena di tidur saat siang dan bangun saat malam, matanya yg juga memang besar seperti burung hantu.
Setelah beberapa halaman, akhirnya yang ditunggu datang juga. Ngantuk.
Ya, berhasil juga hari ini tidur siang, walaupun hanya sleep-sleep chicken, tapi tetep alhamdulillah.
Dan akhirnya panas siang ini, berubah menjadi mendung saat sore. Bergemuruh. Sama seperti rindu di dalam dada. Rindu rumah, rindu keluarga, rindu kamu. Bergemuruh.

15 Juli 2013
Coba tebak apa yang terjadi tadi malam? SAYA BISA NONTON ARSENAL! Lalala yeyeye.
Allah.swt memang sangat sayang kepada semua umatnya. Awalnya sayansudah sangat pesimis untuk bisa nonton Klub bola favorit sejak SD, Arsenal. Bagaimana tidak, sudahlah tv gak ada, ditambah ternyata hari ini jadwal safari ramadhan, dengan penceramah: Gegana Agung Putra. Hari ini adalah jadwal saya ceramah di musholla didepan posko.
Maghrib tiba, setelah makan saya sibuk menyiapkan materi untuk ceramah singkat, dimana sebelumnya ada tetangga yang ngajak nonton bola dirumahnya. Dan saya tolak dengan halus, karena memang harus ceramah. Karena ini adalah program kerja kkn kelompok kami.
Saya rasa, mungkin saya tidak di izinkan cerama oleh allah.swt. setelah isya ada kabar bahwa ada ustad datang dari sei.pakning untuk ceramah di musholla tersebut. dan tentu saya tidak jadi ceramah! Betapa bahagianya saya malam itu. Tanpa pikir panjang, saya langsung bergegas kerumah tetangga setelah isya berjamaah. Tarawih? Maafkan ega ya allah.
Malam itu Arsenal menang 7-1. Senang rasanya Arsenal menang, tapi disatu sisi lain, juga sedih karena Indonesia, negara saya sendiri harus terlindas 7 gol di rumah sendiri.
Sudah dapat nonton arsenal, dan tidak jadi ceramah, lalu nikmat mana yang harus saya dustakan? Kalo menurut anda ini biasa aja, bagaimana jika ternyata... Ustad yang tadi malam datang ke Musholla itu ternyata salah alamat. Seharusnya dia tidak ceramah di musholla tersebut. l
Coba bayangkan jika ustad tersebut tidak salah alamat? Hikmahnya adalah: Pertolongan akan datang kepada bagi setiap kamu yang percaya kepada-NYA. Maka berdoalah. Surprise? This is the reality.

1 Agustus 2013
Tadi malam Posko mengadakan Party Burn Chicken  (hasil translate bodoh dari google) iya, pesta bakar ayam. Kami membeli 5 ekor ayam yang beratnya kurang lebih 2kg/ekor. Alhasil, Mabok ayam.
Sampe sahur saya coba untuk tidur, tapi mata, otak dan badan tidak singkron. Ngantuk tak sama sekali menampakkan batang hidungnya. Saya akan pulang hari ini, pulang ke tempat yang memang seharusnya saya berada, dan meniggalkan desa yang-entah-kapan-saya-akan-kesini-lagi.
Pukul 8 pagi, Mobil sudah datang, barang sudah dimasukan, termasuk barang saya yang ikut didalam mobil. Ihsan dan Mala—cewe yang juga anggota kelompok, hanya berdua di dalam mobil yang menuju ke pekanbaru. Sisanya, ada yang pakai motor, ada yang menggunakan Travel sendiri untuk langsung pulang ke kampung halaman masing-masing.
Saya pun sudah siap memacu Jupiter MX kesayangan ini untuk menuju Pekanbaru—tempat segala rindu berkumpul, lalu menyapu bersih semuanya.

KKN memang menyebalkan, tidak akan mau mengulang, tapi pengalaman yang didapat saya pribadi bisa dengan senang hati menceritakan. Inilah KKN. 

Kuliah Kerja Nyebelin. 

Sabtu, 16 Juli 2011

Surabaya, Jawa Barat


assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh


hello bloggers, kalian semua pasti udah tau kan aku mau nge blog apa? gambar disamping bener bener diambil langsung di ambil dari kamera hp aku. itu adalah acara Rep*rtase sore.

entah kenapa yg ngetik berita itu aku pun gatau, mungkin lagi goblok, atau emang dengkul alat berfikir vitalnya emang udah kegeser pas lahir.
yang jelas apapun alasan dia, tetep aja itu buat malu tv mereka sendiri.

ATAU ?!

atau memang surabaya udah pindah ke jawa barat? terakhir kali aku ke jawa itu ibukota jawa barat masih bandung, atau mereka change ibukota provinsi. mungkin penduduk jawa barat bosan ibu kotanya bandung terus, jadi mereka sepakat mengubah ibukota jawa barat menjadi surabaya. dan ibukota jawa timur menjadi bandung. ahh entahlah allahualam.

yg jelas ibukota Riau masih tetap Pekanbaru. dan aku sebagai warga kota pekanbaru gamau ibukota Provinsi Riau menjadi kota manapun.

Pekanbaru Kotaku, ya Kota aku aja. kalian semua numpang di pekanbaru !!
HAHAHAA..
Piss ._.v 

Rabu, 13 Juli 2011

Cairan Pembunuh Masal

Selamat Siang saudaraku sebangsa dan setanah air, tidak terasa sudah beberapa minggu blog ini hanya diisi laba laba yang membuat sarangnya disana sini. maka dari itu maksud dan tujuan saya ngeblog siang ini adalah untuk mengisi blog suram ini dengan secercah cahaya lampu petromaks secukupnya. baiklah untuk tidak memperpanjang mukaddimah langsung saja saya bacakan topik bahasan siang ini adalah CAIRAN PEMBUNUH MASAL *kesurupan arwah bung karno*

apa itu cairan pembunuh massal ?
yak, mungkin kalian bertanya tanya apakah cairan pembunuh massal ini ? cairan ini memang tidak setenar baygon dikalangan abg zaman sekarang. tapi cairan ini berkamuflase menjadi layak untuk di konsumsi. tetapi jangan saudaraku sekalian coba coba mencicipi cairan iblis ini, karena jika setetes saja masuk kedalam mulut anda, maka TAMATLAH !


anda akan kehilangan gairah hidup untuk waktu yg belum bisa ditentukan. lidah terasa kaku, mata seperti tertusuk ribuan kulit durian, dan yang paling ironis adalah dengkul tidak dapat lagi berfikir sebagaimana mestinya.

jadi, saya yang sudah pernah merasakan getirnya rasa cairan mematikan ini menyarankan agar jangan pernah mencoba cairan ini jika anda melihatnya.




belajar dari pengalaman sendiri bagaikan memakan kulit durian, tapi belajar dari pengalaman orang lain bagaikan melihat orang termakan kulit durian, kita bisa tertawa sepuasnya


WASPADALAH WASPADALAH !!

Kamis, 23 Juni 2011

How to enjoy your holiday

Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatu *WAJIB DIJAWAB*
*yang komat kamit depan monitor orang gila*

yak saya Gegana Agung Putra bin Hendra Budiman bin Nurdin Kian bin Kian mau ngeblog lagi malem ini.
tapi entah apa yang mau aku tulis akupun gatau. yang penting ngeblog. *suka suka dong*

baiklah untuk tidak memperpanjang muqaddimah kali ini aku bakal nulis tentang masa kecil kakek kalian.
emang kau tau siapa kakek aku ya ga?
tepat sekali, aku gatau siapa kakek kalian siapa, apalagi masa kecil kakek kalian entah bahagia entah tertindas hidupnya, entahlah, aku gatau.
lagian siapa juga yang mau cerita tentang kakek kalian. kenapa kalian maksa aku buat cerita siapa kakek kalian ?!! *oke stop, ini garing*

jadi gini malem ini aku mau bahas tentang El Ei Bi Yu Ar Ei En yak LIBURAN, sebuah kata kata yang di idam idamkan oleh setiap orang yang udah suntuk tingkat dewa ngejalanin hidup ini. karena musim liburan udah dateng merekapun punya rencana cara mengisi liburan mereka masing masing.

sejauh ini liburan aku terisi dengan cukup padat, bahkan buat ngemil sendal jepit aja ngga sempet. mau tau gimana liburan ala aku ? (gaya seleb di infotainment) so check this out ;)

1.TIDUR


tidur, tidur adalah cara liburan paling ngetrent di kalangan polisi saat ini. dimana mana ada polisi tidur. *oke, serius* tidur ini memang liburan paling murah,paling hemat biaya, paling ekonomis intinya semua adalah TIDUR ITU GRATIS disaat dimana mana kita mesti membayar bahkan makan di cafe pun harus bayar, Tidur tidak demikian.
terus dimana letak liburannya ga?
gini kalo kalian pintar, kalian seharusnya bakal niru gaya liburan nobita yg hanya dengan tidur dia bisa bertualang kemana saja. ini semua menggunakan IMAJINASI ya sekali lagi IMAJINASI.
dimana letak liburannya setann??!!
idiihh, sabar dikit napa :p
ini caranya supaya kalian bisa liburan
-berdoalah kepada allah.swt minta kepadanya, contoh :
bismillahirrohmanirrohim bismika allahuma ahya wabismika amut, ya allah aku pengen liburan keliling eropa, tapi gapunya duit jadi tolong engkau berikan mimpi kepadaku untuk keliling eropa. aminn
percayalah kawan, doa orang yg tertindas itu didengar oleh allah.swt

selanjutnya adalah dengan memainkan IMAJINASI. semua orang dilahirkan dengan IQ berbeda beda *ya IQ LO, GUE, BEDA!!*
jadi jangan kamu paksain otak kamu untuk bermimpi diluar batas kemampuan imajinasi otak kamu kalo kamu ngga pengen satu RT nyiramin rumah kamu pake air tengah malem gara gara ada bau angus serta asap yg membumbung yg keluar dari otak kamu, jadi lebih baik imajinasikan atau bayangkan mimpi yg masih dalam jangkauan otak kamu.
jadi setelah berdoa sebelum tidur bayangkan hal hal yg kamu pengen. *penulis ngga pernah nyuruh buat mikir yg jorok jorok yaa*

kalo berhasil dan kamu ketagihan, besok sebelum tidur siapin baygon(tenang, bukan buat diminum, tapi buat semprot nyamuk biar ngga ganggu kalian pas liburan)jadi nanti kalo kebangun lagi dan gabisa tidur buat sambung mimpi kamu, kamu tinggal minum aja itu baygon, dijamin deh bisa lanjutin mimpinya lagi *akakka tetep*

So, Selamat mencoba Guys :*
Goodnight~

Senin, 02 Mei 2011

2 may 1968

Dia selalu temani aku
Dia selalu tenangkan aku
Dia selalu sejukkan hatiku
Dia adalah cahaya lampu neon super terang yang terangi setiap gelap dalam hidupku

Aku adalah orang pertama yang lahir dari rahimnya
Aku adalah orang pertama yang merasakan kasih sayang seorang ibu darinya

Bagiku dia adalah superhero yang tiada duanya
Bagiku dia adalah seorang yang memiliki kekuatan super yang selalu melindungiku melalui doanya

Mama, mama, mama tidak ada seorangpun yang boleh menyakitimu
Aku berjanji akan selalu menjaga setiap jengkal dirimu dari ujung kaki hingga ujung kepala
Aku berjanji suatu saat aku akan membuatmu berkata. Aku bangga padamu nak.
Aku berjanji di masa tuamu aku tidak akan membiarkan mu mengerjakan hal berat.

Mama, mama, mama maafkan anakmu ini hingga sekarang belum bisa membanggakanmu
Belum bisa membahagiakanmu

Tapi janji aku ini akan ku pegang.
Janji aku ini suatu hari akan aku wujudkan.


Tenang saja wahai mama tersayang. Jangan engkau khawatirkan anakmu ini.
Nasihat yg engkau berikan dari aku lahir kebumi sampai 18 tahun ini sudah cukup untuk menjadikan aku orang yang berguna. Ya sejauh ini cuman ini yang bisa aku buat.

Selamat Ulang tahun mama, I Love You !!